Kamis, 28 Desember 2017

Tips Penulis Pemula yang Ingin Tulisannya Terbit di Media

Menulis adalah pekerjaan yang gampang-gampang susah jika kita ingin menekuninya. Profesi menulis yang akhir-akhir ini menjadi sorotan membuat banyak yang ingin 'suara' karyanya di terbitkan. Namun sayangnya, banyak yang masih bingung bagaimana caranya. Berikut ini tips untuk penulis pemula yang ingin karyanya diterbitkan di Media:

1. Pastikan kamu sudah berlatih menulis

Modal utama untuk penulis adalah berlatih menulis. Karena, semakin terbiasa untuk menulis maka bahasa akan lebih tertata.

2. Kamu sudah mempunyai karya tulisanmu

Baik berupa cerpen, puisi, artikel, atau karya tulis lainnya.

3. Bidik Sasaran

Kamu harus tahu beberapa media yang akan menjadi target tulisanmu terbit. Info bisa dari internet atau ikut tergabung dalam grup atau komunitas menulis yang ada di facebook. Atau mencari fans page dari penerbit atau redaksi majalah.

4. Apa maunya media

Pahami ciri khas media yang kamu bidik. Misalkan, media anak muslim, kamu bisa menulis cerita-cerita ringan atau shirah nabawi. Majalah remaja, kamu bisa menulis tentang artikel yang menarik bagi khalangan remaja. Dan contoh-contoh yang lainnya.

5. Kirim lalu lupakan

Setelah karyamu terkirim. Lupakanlah dan terus membuat karya baru lalu kirim dan lupakanlah hingga begitu seterusnya. Dengan terlalu mengharap tulisanmu dimuat akan menurunkan produktivitas menulis. Begitu pula ketika karyamu langsung dimuat, terkadang kamu terpaku pada tulisanmu itu hingga tidak lagi produktif berkarya.


Rabu, 27 Desember 2017

7 Alasan Kenapa Galau Tidak Harus Diumbar di Media Sosial

1. Menceritakan aib diri atau orang lain

Sadar atau tidak sadar, saat kita galau bisa jadi kita mengumbar aib sendiri atau aib orang lain.
Kita hanya akan puas sementara. Namun hal ini tidak mampu menyelesaikan masalah, malah dapat menimbulkan penyesalan.

2. Diremehkan

Orang yang sering menceritakan kesedihannya akan cenderung diremehkan. Jangan selalu menonjolkan sisi kelemahan kita. Jika ada yang tidak suka dengan kita, mereka tidak akan iba, malah akan tertawa di atas penderitaanmu.

3. Sedikit yang peduli

Lebih baik curhat kepada yang bisa dipercaya. Akan diberi masukkan. Jika terus menerus galau, sedikit sekali yang benar-benar peduli, hal ini akan lebih menurunkan mentalmu.

4. Melemahkan diri

Mengumbar kegalauan di media sosial hanya akan melemahkan dirimu. Seorang muslim yang kuat lebih disukai oleh Allah. Semakin kau umbar di media sosial semakin menandakan jika kamu butuh semua orang mengerti bahwa kamu sedang galau.

5. Tanda kita jauh dari Allah

Padahal, dengan kita bersabar sebentar saja. Perbanyak berdoa, sedekah dan amal ibadah, maka permasalahan akan segera menemui titik terang. Curhat di media sosial hanya akan membuat dirimu seakan tidak percaya bahwa Allah Maha mendengar dan Maha melihat.

6. Tidak perlu terlihat benar

Terkadang seseorang curhat di media sosial saat terjadi masalah dengan orang lain agar menunjukkan bahwa dirinya benar dan tidak bersalah. Untuk apa terus memberikan pembenaran. Lebih baik tunjukkan prestasi. Karena kebenaran pasti berpihak pada yang benar, dan semua akan terungkap pada waktunya.

7. Membuat kesedihanmu semakin berlarut

Apalagi jika banyak komentar simpati untukmu. Maka kamu akan semakin berlarut dalam kesedihanmu. Komentar itu hanya menghibur sementara, selebihnya tidak lantas mengubah kesedihanmu menjadi lebih bahagia. Curhat pada orang yang tepat yang bisa memberikan solusi akan lebih baik. Koreksi ibadah sholat lima waktumu, apakah sudah tepat waktu? Sedekahmu apakah kurang? Apakah kamu sering atau pernah membentak Ayah atau Ibumu? Apakah kamu sering meremehkan atau membicarakan aib teman? Dan lain-lain. Semakin kamu mengoreksi dan memperbaiki dirimu, masalahmu akan semakin menemukan titik terang.

Pada Dini Hari

Lajunya jarum jam terus berdetak
Petang yang kini kian menguap dengan sayup suara kokok ayam

Pada dini hari..
Kugelar hamparan kain di bawah telapak kakiku
Syahdu kusebut namaMu
Menghadapi pilar-pilar kehidupan
Hanya diriMu pemilik takdir terbaik

Lukisan takdir sang maha Kuasa
Kadang diterpa badai yang seakan tiada berakhir
Kadang secercah cahaya mentari yang menghangatkan
Atau goresan pelangi warna kehidupan yang kadang membuai diri ini

Ya muqalibal qulb,
Tsabit qalbi ala diinik.

Wahai sang pembolak balik hati,
Teguhkan hatiku di atas agamaMu.

Selasa, 26 Desember 2017

Tips Jomblo Anti Galau

Kamu seorang jomblo yang ingin teguh pendirian tak berpacaran hingga hari akad tiba? Namun godaan datang silih berganti yang membuat galau dan hampir meruntuhkan pendirianmu?
Mungkin tips di bawah bisa membantu:

1. Menata niat

Tata betul-betul apa niatmu menjomblo. Kumpulkan sebanyak-banyaknya apa keuntungan jika kamu menjomblo. Kumpulkan banyak motivasi agar niatmu semakin tertata.

2. Pikirkan dampak negatif pacaran

Seperti saat menata niat. Kumpulkan sebanyak-banyaknya apa efek negatif jika berpacaran.

3. Apa penyebab kamu berpacaran

Berdasarkan pengalaman atau dari cerita orang lain. Renungkan apa yang menjadi penyebab celah untuk berpacaran. Seperti berkomunikasi lewat chat atau sms atau telepon dengan lawan jenis secara intens. Hindari sebab-sebab yang membuat niatmu baikmu luntur.

4. Refrensi menjemput jodoh islami

Cari refrensi bagaimana cara menjemput jodoh islami tanpa pacaran. Bagaimana cara taaruf yang baik dalam islam.

5. Aktif pengajian

Aktif dalam pengajian secara rutin dapat menyegarkan jiwa dan menambah wawasan.

6. Bergaul dengan teman yang bisa memotivasi

Jika ini sulit bagimu,setidaknya jangan terbawa arus dengan teman-teman yang mempengaruhi untuk pacaran. Bantah lah dalam hatimu. Namun tidak sampai merusak pertemanan.

7.  Perbanyak amal ibadah dan berdoa

Ini penting untuk menguatkan diri. Sholat wajib tepat waktu, sholat sunnah, puasa hingga bersedekah. Berdoa sebanyak mungkin agar diberi jodoh yang terbaik di waktu yang tepat. Merengeklah pada Allah dan yakinlah padaNya.

8. Doa mustajab orang tua

Lebih berbakti kepada kedua orang tua dan meminta doanya. Karena ridho orang tua adalah ridho Allah.

9. Jodoh pasti bertemu

Bersabarlah. Badai pasti berlalu, jodoh pasti bertemu . :)

10 Motivasi Menjadi Disiplin

Untuk menjadi orang yang disiplin, ada banyak alasan yang bisa memotivasi kita. Salah satunya adalah karena dengan menjadi orang yang disipl...