Rabu, 15 Juli 2020

3 Tips Bangkit dari Kegagalan



Sebelum menginjak ke tips bangkit dari kegagalan, saya mulai untuk sebuah pertanyaan ringan, "Saat menghadapi ujian, mana yang harus didahulukan, ikhlas, sabar atau syukur?"

 Nah, jawaban itu berkesinambungan dengan tips bangkit dari kegagalan. Mau tahu duluan mana?


1. Ikhlas

Kenapa sih ikhlas menempati urutan pertama yang harus kita dahulukan untuk bangkit dari kegagalan? 

Karena Saat kehilangan sesuatu atau
menerima ujian tak disangka,
diri kita spontan bereaksi.
Terkejut, sedih, marah, kecewa
atau hilang semangat.

Berbagai reaksi itu obatnya
adalah ikhlas. Menyadari bahwa
segala takdir yang terjadi
sudah ditulis jauh sebelum
kita dilahirkan.

Dan yakin bahwa segala takdir 
yang terjadi adalah terbaik
untuk kita meskipun kita
tidak menyukainya.




2. Sabar

Sabar ada di urutan kedua untuk bangkit dari kegagalan. Kenapa? Karena saat sudah mulai ikhlas, tumbuhlah sikap sabar. Sikap menerima dan tabah dalam menjalani hari-hari setelah kehilangan.
Atau sikap sabar untuk menahan diri dari banyaknya keinginan dari sesuatu yang tidak dimiliki.

Sabar bukan berarti tidak bergerak, sabar hanyalah sikap tenang dan tidak marah
menghadapi takdir yang  baginya tidak menyenangkan. Selebihnya adalah bangkit
dan menapaki hidup dengan bersemangat 
melakukan kebaikan untuk menjadikan
dirinya lebih baik.

Nah, setelah ini kita sampai di urutan terakhir dari '3 Tips Bangkit dari Kegagalan'.

3. Syukur

Yang terakhir adalah sikap syukur. Jika sudah bisa meraih ikhlas dan sabar, otomatis akan menjadikan pribadi yang bersyukur. Pribadi yang bersyukur bukan
hanya membuat nyaman pada dirinya sendiri. Pribadi yang bersyukur adalah
pribadi yang menyenangkan
bagi orang lain.

Air mukanya begitu teduh dan memancarkan kebahagiaan, sampai orang tidak tahu bahwa di balik senyuman itu dia menghadapi ujian-ujian kehidupan.

Dan yang perlu kita tahu bahwa Tidak ada satu pun manusia yang luput dari ujian.
Hanya saja medannya berbeda-beda.

Allah yang paling tahu, kekuatan hamba-Nya dalam menghadapi cobaan yang akan diberikan.

Kalaupun diijinkan bertukar posisi, belum tentu orang yang bagi kita bahagia benar-benar bahagia dalam kehidupannya. Daripada terpaku meratapi ujian, fokus saja untuk bangkit melakukan banyak kebaikan.

Jika belum tahu harus melakukan apa untuk bangkit, mulai dulu dari memperbaiki sholat kita. Memperbaiki dari segi ketepatan waktu, gerakan, bacaan, hingga dari segi kekhusyukan.

Siap untuk mempraktekkannya? Siap untuk bangkit dari kegagalan dan menjadi lebih gemilang dari sebelumnya? Semangat! :).






3 komentar:

10 Motivasi Menjadi Disiplin

Untuk menjadi orang yang disiplin, ada banyak alasan yang bisa memotivasi kita. Salah satunya adalah karena dengan menjadi orang yang disipl...