Biasanya, seseorang mulai belajar menjadi pribadi yang bijak ketika menjelang usia dua puluhan. Di usia-usia itu, banyak yang mengalami quarter life crisis. Masa di mana banyak yang mencari jati diri dan passion.
Terus gimana nih, tips menjadi pribadi yang bijak?
1. Belajar Seni Mendengarkan
Seni mendengarkan ini keahlian yang jarang dimiliki mayoritas orang, lho. Karena kebanyakan manusia itu suka berbicara dan enggan untuk mendengar. Padahal, umumnya orang lebih suka dengan pendengar yang baik.
Dengan berlatih menjadi pendengar yang baik, nggak hanya jadi pribadi yang lebih bijak, tapi juga akan membawa banyak dampak positif buat kita.
2. Berlatih untuk Selalu Mengambil Hikmah dari Setiap Kejadian
Selama perjalanan hidup, tentu suka dan duka selalu datang bergantian tanpa permisi. Jangan biarkan semuanya hanya terjadi seperti sebuah takdir yang hanya lewat, tapi kita harus berlatih peka untuk mencari apa hikmahnya dari setiap yang terjadi.
Misalkan saat patah hati, kita bisa mengambil banyak hikmah seperti : kita jadi bisa lebih menghargai perasaan orang, kita bisa bangkit dan menjadi lebih kuat dibanding sebelumnya, kita jadi lebih mendekat pada sang Pencipta, kita jadi bisa lebih berhati-hati dalam mempercayai cinta baru, dan lain sebagainya.
3. Bergaul dengan Para Positif Thinker
Sejatinya jiwa manusia itu fitrahnya mudah terpengaruh. Lingkungan pergaulan yang buruk, sedikit banyak akan mempengaruhi kepribadian kita. Sebaliknya, bergaul dengan para pribadi yang baik dan positif akan membuat kita lebih baik juga menjadi pribadi yang bijak karena komunikasi pergaulannya adalah saling mendukung, tak lupa saling memotivasi dalam kebaikan tentunya.
4. Be a Low Profile
Jadilah pribadi yang selalu menyadari bahwa sejatinya semua manusia itu sama derajatnya di hadapan sang Khaliq. Jadilah selalu rendah hati, bukan rendah diri. Sikap rendah hati tidak membuat manusia menjadi hina, justru akan menambah nilai dirinya karena menjauhkannya dari penyakit hati seperti sombong.
5. Mendekatkan Diri kepada Sang Pencipta dengan Tulus
Mengapa mendekatkan diri kepada sang pencipta membuat kita menjadi pribadi yang lebih bijak? Karena manusia akan lebih mulia jika hidup di bawah aturan agama, bukan bebas. Tentunya sang penciptanya lebih tahu mana yang terbaik untuk hamba-hamba ciptaan-Nya saat memberikan aturan-aturan yang harus dipatuhi manusia.
Hati yang tulus dalam mempelajari dan mengamalkan kalam-kalam-Nya akan menjadikannya lebih bijak.
6. Menjaga Lisan dari Kata yang Menyakiti
Orang yang bijak tak akan suka membuka dan mencari-cari aib orang lain. Apalagi menyakiti hati dengan ucapan lisannya.
Ghibah adalah membicarakan suatu aib yang ada pada orang lain, yang jika orang itu mendengarnya, dia tidak akan suka dan itu tentu menyakitkan sekali pun saat dibicarakan, orang itu tidak ada di tempat.
Lisan yang baik akan berusaha bicara hal-hal yang baik juga bermanfaat. Dia akan berusaha diam dan menjauhkan diri dari kata-kata kasar, kotor dan kata yang buruk lainnya.
7. Suka Membaca
Dari beberapa orang bijak yang saya kenal, kebanyakan suka membaca dan peka. Tentunya membaca buku-buku yang kaya akan pengetahuan dan bermuatan positif.
Banyak membaca buku akan melatih kepekaan kita dalam membaca apa pun, membaca hikmah dari peristiwa, membaca kepekaan perasaan orang, dan masih banyak lagi.
Seperti ayat pertama yang diturunkan dalam islam, yaitu iqro yang artinya bacalah. Ya, sepenting itu membaca bagi manusia.
Nah, itu tadi beberapa tips menjadi pribadi yang bijak. Kira-kira teman-teman lebih mudah melakukan yang mana, nih?

Tidak ada komentar:
Posting Komentar