Rabu, 27 Desember 2017

7 Alasan Kenapa Galau Tidak Harus Diumbar di Media Sosial

1. Menceritakan aib diri atau orang lain

Sadar atau tidak sadar, saat kita galau bisa jadi kita mengumbar aib sendiri atau aib orang lain.
Kita hanya akan puas sementara. Namun hal ini tidak mampu menyelesaikan masalah, malah dapat menimbulkan penyesalan.

2. Diremehkan

Orang yang sering menceritakan kesedihannya akan cenderung diremehkan. Jangan selalu menonjolkan sisi kelemahan kita. Jika ada yang tidak suka dengan kita, mereka tidak akan iba, malah akan tertawa di atas penderitaanmu.

3. Sedikit yang peduli

Lebih baik curhat kepada yang bisa dipercaya. Akan diberi masukkan. Jika terus menerus galau, sedikit sekali yang benar-benar peduli, hal ini akan lebih menurunkan mentalmu.

4. Melemahkan diri

Mengumbar kegalauan di media sosial hanya akan melemahkan dirimu. Seorang muslim yang kuat lebih disukai oleh Allah. Semakin kau umbar di media sosial semakin menandakan jika kamu butuh semua orang mengerti bahwa kamu sedang galau.

5. Tanda kita jauh dari Allah

Padahal, dengan kita bersabar sebentar saja. Perbanyak berdoa, sedekah dan amal ibadah, maka permasalahan akan segera menemui titik terang. Curhat di media sosial hanya akan membuat dirimu seakan tidak percaya bahwa Allah Maha mendengar dan Maha melihat.

6. Tidak perlu terlihat benar

Terkadang seseorang curhat di media sosial saat terjadi masalah dengan orang lain agar menunjukkan bahwa dirinya benar dan tidak bersalah. Untuk apa terus memberikan pembenaran. Lebih baik tunjukkan prestasi. Karena kebenaran pasti berpihak pada yang benar, dan semua akan terungkap pada waktunya.

7. Membuat kesedihanmu semakin berlarut

Apalagi jika banyak komentar simpati untukmu. Maka kamu akan semakin berlarut dalam kesedihanmu. Komentar itu hanya menghibur sementara, selebihnya tidak lantas mengubah kesedihanmu menjadi lebih bahagia. Curhat pada orang yang tepat yang bisa memberikan solusi akan lebih baik. Koreksi ibadah sholat lima waktumu, apakah sudah tepat waktu? Sedekahmu apakah kurang? Apakah kamu sering atau pernah membentak Ayah atau Ibumu? Apakah kamu sering meremehkan atau membicarakan aib teman? Dan lain-lain. Semakin kamu mengoreksi dan memperbaiki dirimu, masalahmu akan semakin menemukan titik terang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

10 Motivasi Menjadi Disiplin

Untuk menjadi orang yang disiplin, ada banyak alasan yang bisa memotivasi kita. Salah satunya adalah karena dengan menjadi orang yang disipl...