Senin, 08 November 2021

Catatan Seorang IRT (hari ke 8)

~Kunci Ketenangan : Memaafkan dan Fokus Tujuan~

Bismillah, assalamualaikum. 

Memaafkan, tidak semudah mengucapkan. Namun sungguh itu kunci ketenangan diri. Mudah memaafkan bukan berarti lemah. Selama kita sandarkan semuanya kepada sang pemilik hati, Allah. 

Ketika ada yang menyakiti kita dengan lisannya atau sikapnya, sengaja maupun tidak sengaja ... jika kita terus membiarkan luka itu menganga apalagi mengingatnya tanpa bertujuan mengambil hikmah, maka yang ada hanyalah kegelisahan tak berkesudahan. 

Sementara mereka yang menyakiti justru tidak sadar bahwa apa yang mereka lakukan menggores hati. Mereka menjalani kehidupan dengan sebagaimana biasanya, sementara kita masih berkutat dengan luka. 

Daripada begitu, lebih baik maafkanlah, ambil pelajaran dan fokus kembali dengan tujuan hidup kita. Tidak perlu menggebu menjadi lebih baik atau lebih hebat demi menunjukkan kepada orang yang melukai kita. Karena akan menyakitkan jika ternyata keberuntungan hidup tak juga berpihak pada kita. Akan jauh lebih mendamaikan kalau kita berusaha menjadi lebih baik semata-mata karena kita menyayangi kehidupan kita sendiri dan ingin menjadikannya selalu lebih baik dari waktu ke waktu. 

Sandarkan semua karena Allah. Apabila ada yang menggores luka, keluhkan pada Allah dan berdoalah agar dilapangkan hati untuk memaafkan. Allah adalah hakim yang paling adil. Pasti semua perbuatan tidak akan menguap begitu saja, selalu ada balasannya, tetapi balasan itu bukan urusan kita. Allah paling tahu balasan terbaik buat hamba-Nya agar mereka bisa mengambil pelajaran dari situ.

Jangan lupa kita juga harus banyak-banyak memohon ampunan-Nya. Barangkali juga ternyata banyak sikap kita yang menyakiti orang lain tanpa kita sadari. Manusia bukanlah malaikat. Manusia tempatnya salah dan khilaf. Semoga Allah mudahkan kita untuk bersikap baik dan dijauhkan dari sikap mendzolimi orang. Ya, meskipun juga kita tidak bisa menyenangkan semua orang. Setidaknya kita sudah berikhtiar untuk menghindari sikap menyakiti orang baik dengan lisan maupun sikap. 

Fokus terus dengan tujuan utama hidup kita sebagai hamba Allah. Yaitu kembali pada-Nya dalam keadaan sebaik-baiknya atau dalam ketaatan. Kembali pada-Nya ketika kita tengah berusaha berubah lebih baik atau dalam pertaubatan. 

Jadikan segala aspek kehidupan yang kita lakukan adalah tujuannya ke Allah. Memperlakukan pasangan dengan sebaik-baiknya karena Allah. Mendidik anak karena Allah. Bersikap baik terhadap sesama karena Allah. Mencari uang pun bisa jadi ibadah jika kita pandai menata niat dengan benar. Mencari uang karena kita tidak ingin menyusahkan orang, ingin mudah bersedekah atau yang lainnya. Intinya dengan niat baik, tidak melupakan ibadah dan tujuannya ke Allah. 

Memaafkan dan fokus dengan tujuan hidup kita. Terus berjalan, tak terbang dipuji dan tak tumbang dicaci. Karena Allah kita bisa bertahan sampai detik ini. Manfaatkan setiap waktu yang kita miliki saat ini dengan baik. Semoga Allah selalu menaungi kita dengan rahmat dan hidayah-Nya.

Sidoarjo, 09 November 2021

4:53 wib


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

10 Motivasi Menjadi Disiplin

Untuk menjadi orang yang disiplin, ada banyak alasan yang bisa memotivasi kita. Salah satunya adalah karena dengan menjadi orang yang disipl...