Kamis, 28 Oktober 2021

Catatan Seorang IRT (hari ke 2)

 ~ Tentang Toilet Training~

Aku termasuk ibu yang cuek tapi diam-diam mempelajari dan berusaha. Termasuk ketika anak aku pakein pampers atau clodi. Jadi ketika ada yang bolak balik ngomenin anakku yang dipakaikan pampers atau kadang clodi, aku iya iya aja yang agak ambigu. Antara aku ini beneran nge-iyain apa cuma sekadar iya tapi nggak ngedengerin. Tapi aku menghargai kok kalau ada sebuah komentar dilayangkan ke aku, entah negatif atau positif. Mungkin aja maksudnya peduli, tapi ada yang nggak pinter menata kalimat jadi kesannya membully. 

Sebenernya pengennya sih nggak memakaikan pampers ke anak. Keteteran pekerjaan rumah gegara nyuci banyak, its oke, tapi kalau keteteran sholat, oh big no no. Jadi aku memilih untuk memakaikan pampers ketika aku resmi resign kerja dan anak aku urus sendiri. 

Tepatnya di usia dia yang 5 bulan sampai dia mulai bisa berdiri dan jalan di usia sekitar 18 bulan masih aku pakaikan pampers. Di usia 18 bulan (bisa jalan) barulah aku berani untuk melepas pampersnya. Karena dia kalau ngompol kan nggak harus digendong dan mengenai bajuku, jadi cukup amanlah aku nggak harus gonta ganti baju biar suci untuk sholat. 

Cukup melelahkan sampai suami yang malah diam-diam masangin pampers ke anakku, hihi. Aku sounding ke suami bahwa lepas pampers memang repot tapi harus mulai belajar supaya anak nanti nggak keterusan pakai pampers. Sounding ini tentu ndak mudah.. Karena suami mulai benar-benar dukung untuk anak lepas pampers di usia dua tahun lebih. 

Tentu perlu telaten dan perjuangan. Saat itu, kalau si anak berangkat ke TPQ (aku masukin anak ke TPQ Paud di usia 2 tahun) , masih aku pakaikan pampers sampai akhirnya di usianya menjelang tiga tahun, dia mulai bisa ngomong dan nahan sebentar kalau belet pipis, jadi nggak sampai ngompol di masjid, alhamdulillah. 

Dan pup nya juga sudah jongkok di toilet sebelum usia tiga tahun. Padahal aku nggak pernah intens belajar tentang toilet training. Karena aku lebih suka belajar tentang pola pengasuhan dan pendidikan anak di bagian adab dan akhlaknya. Tahu sendiri kan IRT itu rempongnya gimana, jadi nggak bisa semua dipelajari. Apalagi aku juga belajar yang lain. Jadi kayak mengalir aja gitu belajarnya sembari praktek. 

Alhamdulillah, nyaman banget lho kalau melakukan sesuatu bukan sekadar buat pembuktian pada orang-orang yang meragukan kita. Aku melakukan yang terbaik untuk anakku ya semata-mata karena ini amanah dari Allah yang harus aku jaga dan perlakukan dengan baik. 

Tentu memang saat hati sedang rapuh, agak baper pas ada komenan ini itu tentang anak kita. Mungkin saat melihat anak yang dipakaikan pampers sama ibunya, beberapa orang biasanya menilai bahwa ibu itu pemalas dan nggak mau ribet. Dan juga sudah meramal bahwa si anak itu bakal keterusan pakai pampers sampai TK. 

Alhamdulillah, setiap ibu pasti punya alasan yang terbaik saat memperlakukan anaknya. Kalau ada masukan, tentu dengan lapang dada aku terima dengan senang hati. Cuma kalau terus mendikte dan menjudge, mungkin aku abaikan bagian itu untuk menjaga kewarasan hatiku. 

Gimana caranya bisa anak pup dan pipis di kamar mandi? Bahkan sekarang bisa cebok sendiri di usia tiga tahun, gimana caranya? 

Intinya ikhtiar dengan mencopot pampersnya dan terus menasehati si anak dengan bahasa lembut 'kalau mau BAB dan BAK di toilet aja ya'. 'Kalau mau BAB atau BAK ngomong dulu, jangan langsung keluar ya sebelum ke toilet'. 

Awal -awal tentunya dia pastinya ngompol di lantai dulu, tapi tetaplah sabar. Dan pahami ekspresi anak kalau dia mau pup. Kalau kita sudah hafal, kita bisa langsung menggendong dia ke toilet dan mengajarinya jongkok di toilet. 

Jangan lupa terus berdoa supaya kita dikuatkan dan dimudahkan. Dikuatkan kesehatan fisik maupun mentalnya dalam proses ini. Karena pastinya cucian bakal bergunung-gunung. Tentu melelahkan, apalagi yang nyucinya ngucek-ngucek nggak pakai mesin cuci kayak aku, hehe. Jangan khawatir, panen pahala di balik lelahmu, ibu :). 

Terus kalau dia udah lihai pipis di toilet, pelan-pelan ajari cara cebok dan nyiram yang benar. Didampingi dan diawasi terus untuk tahap awal, karena belum tentu bersih dan kadang si anak malas cebok, cuma siram-siram aja, hihi. 

Dan sekarang aku di tahap ini, mengawasi anak cebok sendiri. Persiapan kalau nanti dia punya adek, aku nggak terlalu rempong ngurusin dua anak, hihi. 

Akhir kata, semua kemudahan dari Allah. Kalau berhasil, semata-mata karena Allah memudahkan ikhtiar kita. Jadi jangan sombong apalagi mengomentari ibu lain yang belum berhasil dalam ikhtiarnya. Daripada ngomenin, mending ikut berdoa untuk kelancaran ikhtiarnya :). 

Oke, segitu dulu deh.. mau persiapan mandi buat berangkat ke TPQ. Wassalamualaikum :) 

~Sidoarjo, 29 Oktober 2021~

6.54 WIB


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

10 Motivasi Menjadi Disiplin

Untuk menjadi orang yang disiplin, ada banyak alasan yang bisa memotivasi kita. Salah satunya adalah karena dengan menjadi orang yang disipl...